Sejarah Desa
Sejarah Desa Long Matung
Pendahuluan
Desa Long Matung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Desa ini dihuni oleh mayoritas masyarakat Suku Dayak Lundayeh yang masih mempertahankan adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur.
Asal-Usul Desa
Sejarah Desa Long Matung bermula dari perpindahan (migrasi) masyarakat sub Suku Dayak Lundayeh dari wilayah yang sekarang berada di bagian utara Pulau Kalimantan, yaitu kawasan yang berbatasan dengan Malaysia. Perpindahan tersebut dilakukan secara berkelompok untuk mencari daerah yang lebih baik sebagai tempat tinggal.
Sebelum menetap di wilayah Long Matung, rombongan masyarakat Dayak Lundayeh sempat tinggal cukup lama di daerah yang dikenal sebagai Long Ladem. Setelah beberapa waktu menetap di sana, mereka kembali berpindah ke arah selatan hingga akhirnya menemukan wilayah yang dianggap cocok untuk dihuni. Di tempat inilah kemudian berdiri permukiman yang berkembang menjadi Desa Long Matung seperti yang dikenal saat ini.
Perkembangan Desa
Seiring berjalannya waktu, Desa Long Matung terus berkembang, baik dari jumlah penduduk maupun pembangunan desa. Masyarakat tetap mempertahankan kehidupan yang berlandaskan gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap adat istiadat. Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup pada sektor pertanian, terutama budidaya padi, serta kegiatan perkebunan dan peternakan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.
Sejarah Kepemimpinan Desa
Sejak berdiri sebagai desa, Long Matung telah dipimpin oleh beberapa kepala desa, yaitu:
- Sudai Abeng (1992–1997)
- Sudai Abeng (1997–2001)
- Sakai Udan (2001–2007)
- Orbanus Padin (2007–2012)
- Sakai Udan (2012, sebagian periode)
- Donny Kisu (2012–2016)
- Otni Kisu (2016–2021)
- Otni Kisu (2021–2029, periode kedua).
- Kehidupan Masyarakat
Masyarakat Desa Long Matung dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan dan nilai kekeluargaan. Tradisi adat Dayak Lundayeh masih dilestarikan melalui berbagai upacara adat, kesenian, bahasa daerah, serta budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga terus berupaya mengembangkan desa tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi warisan leluhur.
Penutup
Sejarah Desa Long Matung menunjukkan perjalanan panjang masyarakat Dayak Lundayeh dalam mencari tempat tinggal yang aman dan layak hingga akhirnya menetap di wilayah yang sekarang menjadi Desa Long Matung. Semangat persatuan, kerja sama, dan pelestarian budaya telah menjadi fondasi penting dalam perkembangan desa. Oleh karena itu, sejarah Desa Long Matung merupakan warisan berharga yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya serta jati diri masyarakat tetap lestari.
Baca juga:
rumah adat
rumah adat